Cerpen "Robohnya Surau Kami" bercerita tentang kisah tragis matinya seorang Kakek penjaga surau (masjid yang berukuran kecil) di kota kelahiran tokoh utama cerpen itu
Novel ini menceritakan kisah antara Hamid dan Zainab yang sama-sama jatuh cinta, tetapi terpisah mulai dikarenakan perbedaan latar belakang sosial, hingga Zainab yang dihadapkan oleh permintaan ibunya agar menikah dengan laki-laki yang telah dipilihkan.
Tema kenangan dan masa lalu memang kerap membuat orang-orang termotivasi untuk menulis puisi. Tidak ingin ingatan hilang begitu saja, kemudian puisi menjadi tempat penyimpanan semacam menumen atau tugu. Sedikit berbeda dengan sejarah yang cenderung monoton dalam penyebutan tempat dan tanggal-tanggal. Puisi tidak hanya memendam kejadian secara tampakā¦