Text
Uang yang Terselip di Peci
“Secara tema, umumnya mengangkat topik keseharian, hal-hal yang unik dalam kehidupan. Seperti cerpen berjudul, ‘Alamat Kebahagiaan’, ‘Dua Keris’, ‘Angkringan Pandemi’, ‘Wasiat’, dan ‘Uang yang Terselip di Peci’, terinspirasi dari cerita kehidupan keseharian yang ada di sekitar saya,” jelas Satmoko.
Dalam pengantar bukunya, Akiko Iwata, seorang Guru Bahasa Indonesia di Nagoya Jepang, sebelumnya mengajarkan cerpen karya Satmoko dikelasnya, berangkat dari cerpen tersebut untuk memahami unsur budaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang tersirat dalam karya-karya Satmoko. Ada beberapa kata yang memiliki kemiripan makna meskipun artinya cukup jauh berbeda, inilah unsur budaya yang ada dalam karya sastra.
‘Misalnya digambarkan aspek budaya, seperti topik adat, kebiasaan di Jawa, kebiasaan dalam agama seperti mengenakan peci atau pergi umrah, pewayangan, hiburan seperti sirkus serta film, wasiat, dan sebagainya’, tulis Akiko Iwata.
Tidak tersedia versi lain