Dialektika Rasionalitas Akal dan Transendensi Wahyu : Titik Temu Dialogis-Produktif Filsafat dan Agama
Ayat-ayat al-Qur’an menganjurkan penyelidikan dan perenungan tentang segala objek dengan menggunakan akal yang sejatinya adalah kegiatan filsafat. Kegiatan filsafat sematalah menyelidiki segala maujud dan merenungkannya untuk mengetahui Sang Pencipta. Karena itu, semakin sempurna pengetahuan tentang maujud, semakin sempurna pula pengetahuan tentang Sang Pencipta.
Pembahasan tentang hubungan agama dan filsafat secara epistemologis sebenarnya merujuk pada hubungan wahyu dan akal. Ibnu Rusyd melihat bahwa hubungan wahyu dan akal dalam membahas suatu masalah bersifat saling mengisi, bahkan metode filsafat dapat digunakan untuk memahami wahyu, karena al-Qur’an memuat tiga metode berpikir, yakni retorika, dialektika dan demonstrasi, sebagai konsekuensi logis dari hubungan dialektis al-Qur’an dan masyarakat
Informasi Detail
- Penerbit
- Yogyakarta : IRCiSoD., 2025
- Deskripsi Fisik
- 138 hlm.; 14 x 20 cm.
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 9786238108923
- Klasifikasi
- 210
- Tipe Isi
- text
- Edisi
- Cet.1
- Subjek
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar