BUMI CINTA
Ayyas telah memejamkan kedua matanya. Ia ingin segera tertidur lelap. Akan tetapi, bayangan dari sosok Yelena dengan segala keindahan tubuhnya, yang baru saja ia lihat meskipun hanya sekejap saja, seolah hadir di pelupuk matanya. Bayangan dari wajah cantik Anastasia Palazzo juga kembali menari-nari di pelupuk matanya. Darah mudahnya pun kembali menghangat. Ayyas kemudian berusaha menepis seluruh bayangan tersebut, akan tetapi tentu tidak mudah. Bayang itu sepertinya telah tersimpan serta menempel dengan erat di salah satu sudut hatinya. Seperti virus yang ada di komputer dan tidak mudah untuk dihilangkan. Ayyas merasa bahwa ujian keimanan ini terasa lebih berat dibandingkan dari musim dingin yang paling menggigit sekalipun.
Rasa dingin yang menggigil tersebut bisa hilang begitu saja, ketika ia masuk di kamarnya yang hangat karena pemanas. Akan tetapi virus moleknya Yelena serta kecantikan Anastasia tidak akan mudah dihilangkan. Meskipun ia telah sholat serta membaca Al Quran, virus tersebut masih juga tidak terdelete dengan sempurna, masih tersisa dan hanya bisa dijinakan.
Informasi Detail
- Penerbit
- Semarang : Author Publishing., 2010
- Deskripsi Fisik
- vi, 546 hlm.; 20 cm.
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 9789793604350
- Klasifikasi
- 813
- Edisi
- Cet.1, 2010
- Subjek
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar